Kab. Dharmasraya,MNCONLINEMEDIA.COM
Oknum pengawas nakal SPBU Koto Baru dengan kode : 13.275.512. tepatnya Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Dharmasraya mensiasati SPBU seolah - olah macet pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite. Namun saat di investigasi oleh awak media ini ternyata hanya menutup jalur masuk pintu operator pertalite.
Ketika saat di lihat di lapangan pada tanggal 02 April 2026 sekira pukul 20.00 wib tepatnya hari kamis ternyata anterian BBM jenis pertalite tidak begitu macet hanya dua unit kendaraan yang anteri, selebinya anterian pengisian jerigen 35 liter yang lagi asik mengisi jenis pertalite di lakukan petugas operator dan di mainkan oleh pengawas SPBU Koto Baru.
Disaat Presiden Prabowo Subianto sedang mencanangkan strategi penghematan BBM akibat gejolak perang timur tengah, oknum pengawas SPBU Koto Baru malah mengalihkan konsumsi kendaraan umum ke jerigen untuk meraup keuntungan pribadi dari BBM subsidi jenis pertalite dengan keuntungan perjerigen di tarik oleh pengawas.
Ketua Lembaga Pemerhati Minyak Gas Bumi (LPMG) Sumbar Darwin Chan, SH. Saat di minta tanggapannya terkait penyelewengan BBM Subsidi jenis pertalite di SPBU Koto Baru Dharmasraya ia mengatakan (03/04) via WhatsAppnya ini adalah bentuk kejahatan massal yang di lakukan oleh oknum pengawas SPBU. Kejahatan ini kolaborasi berjamaah mafia penimbunan BBM bentuk penyelewengan hak konsumen BBM subsidi di jerat dalam Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp.60 miliar. Pasal 53 juga mempidanakan penyimpanan/pengangkutan tanpa izin 3 sampai dengan 4 tahun penjara dalam menyalahgunakan kuota BBM subsidi.
Lanjut Darwin Chan, SH. Mengatakan dengan bukti yang di peroleh kawan-kawan saat ini, di SPBU Koto Baru Kabupaten Dharmasraya Kode : 13.275.512. kita akan laporkan kepada Kepala Sumbagut Patra niagara pertamina agar izin SPBUnya di cabut ucapnya.
Sementara Pengawas SPBU Koto Baru saat di konfirmasi via WhatsAppnya 085272231xxx ia mengakui bahwa di luar kendali kami masyarakat mengisi BBM anterian Jerigen, mereka sudah mendapatkan rekomendasi dari Walinagari namun tidak menjelaskan rekomemdasi apa.? Dan Walinagari mana.? Kemudian saat di tanya kenapa harus di berikan kepada masyarakat BBM untuk kendaraan umum ia menjawab, (pengawas-red) masyarakat dapat info BBM akan naik harganya.
Red/Tim