Sintang, Kalbar,MNCONLINEMEDIA.COM
Pada Medio Akhir Desember 2025 sampai memasuki Minggu pertama Januari 2026 gas LPG tabung 3 kg sempat mengalami Kelangkaan parah di kecamatan Ambalau.
Atas Kelangkaan tersebut masyarakat Ambalau harus melakukan Aksi Damai di depan kantor kecamatan Ambalau pada Kamis (8/1) silam guna meminta perhatian dari pemerintah agar segera mengatasi permasalahan tersebut.
Meskipun pasca Aksi distribusi gas LPG 3 kg ke kecamatan paling ujung sungai Melawi kabupaten Sintang menjadi atensi pemerintah dan berangsur stabil secara ketersediaan namun harga masih tinggi, yaitu di kisaran 35 - 50 ribu per tabungnya, Harga itu masih jauh dari harga eceran tertinggi ( HET ) yang di tetapkan oleh pemerintah yaitu Rp 18.500,00 pertabung.
Tingginya harga tukar tabung gas bersubsidi tersebut di pengaruhi oleh beberapa faktor, selain karena letak geografi yang jauh dari pusat kota kabupaten juga masuk wilayah 3T (Termiskin, Tertinggal, Terisolir) yang mengakibatkan biaya angkutan sangat tinggi, di mana jarak dari kota Nanga Pinoh sebagai lokasi terdekat ke lokasi kecamatan Ambalau jika menggunakan motor kapal motor bisa di tembus 3 hari perjalanan, sehingga biaya angkutan pertabung mencapai 5-10 ribu rupiah juga di akibatkan ulah agen LPG nakal yang menjual harga ke pangkalan di atas ketetapan pemerintah.
Berdasarkan penelusuran dari LSM Somasi di kabupaten Sintang terdapat banyak sekali pangkalan LPG 3 kg di duga fiktif ( bodong )yang tersebar di seluruh kecamatan, tanpa terkecuali di kecamatan Serawai dan Ambalau dan hal tersebut telah di laporkan ke Polda Kalbar
Berdasarkan Data yang di peroleh media tentang pangkalan gas LPG di kecamatan Ambalau sungguh mencengangkan, dua kecamatan yang terdiri dari 71 desa tersebut memiliki 44 pangkalan gas, yang berada di bawah beberapa agen.
Khusus untuk kecamatan Ambalau Media kemudian melakukan investigasi dan di dapati hanya ada 3 pangkalan gas yang aktif beroperasi, yaitu Pangkalan Anugerah yang beralamat di Desa Nusa Poring, Pangkalan Kajuk ahpui yang beralamat di Desa bukan tukun, dan Pangkalan Putra mandiri II yang beralamat desa Nanga Kesange, Namun semua telah pindah alamat ke pusat kecamatan yaitu di Nanga Kemangai, di mana ketiga berada di bawah Agen Putera Mandiri Gas, sisanya fiktif alias bodong.
Dari sekian banyak daftar nama pangkalan gas yang di duga fiktif yang beralamat di kecamatan Serawai maupun Ambalau Rata-Rata di bawah naungan Agen PT Tebelian Jaya.
Saat awak media konfirmasi ke ketua LSM SOMASI Kab Sintang mengatakan bahwa benar terdapat banyak pangkalan bodong di daerah Serawai ambalau, tim Polda saat ini masih melakukan investigasi ke kecamatan Ambalau dan Serawai ujar pak Arbudin.
(Tim/red)