Friday, April 24, 2026

Kasi Intel Kejari Pariaman : Kita Lihat Dulu Alasannya SMAN.2 Sungai Limau Nanti Kita Cek.



Pariaman,MNCONLINEMEDIA.COM

Setelah di beritakan oleh awak media terkait dugaan penahan ijazah alumni tahun 2024 di SMAN.2 Sungai Lima mulai memasuki babak baru.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pariaman mulai menelisik saat di konfirmasi awak media (24/04/26) Aridona Bustari SH, MH. Mengatakan kita harus lihat dulu dan berapa banyak ijazahnya yang di tahan ? Kita lihat juga kesepakatan bersamanya, yang jelas apa alasan orang itu mehan (SMAN.2 Sungai Limau). Nanti kita tengok dan kita cari tau di Sekolahnya SMAN.2 Sungai Limau ya sambil tutupnya.

Sementara di bulan Nopember 2025 yang lalu, orang tua siswa melaporkan hal tersebut kepada saudaranya (paman) dari anaknya seorang wartawan mendengar hal tersebut terkait utang uang komite yang berujung penahan ijazah keponakannya langsung mendatangi ke sekolah SMN.2 Sungai Limau. Dan meminta ijazah keponakannya agar di berikan, pada saat itu di berikan sekali dua kepada alumni sekolah tersebut terang wartawan kepada awak media oleh kepsek tanpa basa basi Kepsek SMAN.2 Sungai Limau.

Saat pemberitaan ramai di tengah masyarakat oknum Kepsek SMAN.2 Sungai Limau mengirimkan chatpri kepada wartawan, Bingung jg mau menanggapinya Pak krn upaya yg kami lakukan sering terlihat salah di mata orang lain. 

Selama saya bertugas di sekolah ini, kami sdh melakukan berbagai upaya spy siswa yg sdh tamat ambil ijazahnya krn kami sangat tahu ijazah itu masa depan anak2 kami. Tp tdk semua mereka yg datang ke sekolah. Bahkan kpd keluarganya pun kami izinkan utk mengambilkan ijazah asalkan ada bukti pendukung yg kuat.

Tp ndak berapa orang jg yg datang. Dlm pertemuan dg pemuka masyarakat pun kami titip pesan utk warganya utk ambil ijazah, bahkan tanpa syarat.
Tp kalau msh ada masyarakat kami yg berpikir ijazah dikaitkan dg komite, dan menyampaikan kpd kawan2 media, ini yg sangat kami sayangkan.

Front Aliansi Rakyat Anti Korupsi Wakil Ketua I Putra Alamsyah mengatakan, dari pengakuan kepsek SMAN.2 Sungai Limau sudah mengakui perbuatannya bahwa ada ijazah yang masih tertahan di sekolahnya. Lalu setelah rame di beritan oleh awak media baru kepsek cuci tangan menyuruh untuk di ambil secara gratis ke sekolah.

Kami (FARAK) meminta Kejaksaan Negeri Pariaman sudah patut layak untuk memeriksa oknum Kepsek SMAN.2 Sungai Limau bahwa hal ini sudah tidak sejalan dengan nilai norma pendikan. Uang komite ini kemana dan siapa yang menikmatinya sebab tidak perna di audit oleh BPK dana orang tua tutur Putra Alamsyah.

Tim/red